HARAPAN BARU TRANSPORTASI MASSAL BTS (BUY THE SERVICE) BANYUMAS
Kondisi transportasi di Banyumas sebagai salah satu kota transit di Indonesia mengalami lonjakan jumlah kendaraan pribadi, sementara angkutan umum (transportasi massal) semakin ditinggalkan, Angkutan umum yang sudah sepi peminat karena kualitas layanan angkutan umum yang kurang memadai tidak mampu menjawab tuntutan publik, ketertarikan masyarakat terhadap kendaraan pribadi menyebabkan terjadinya penumpukan kendaraan, potensi kemacetan dan polusi udara.
Untuk meningkatkan minat masyarakat ke moda transportasi massal maka kondisi layanan transportasi massal perlu penanganan yang maksimal karena tuntutan masyarakat sebagai pengguna jasa menginginkan agar transportasi mudah diperoleh, cepat, murah, aman, dan nyaman sehingga dapat melayani secara profesional dan mandiri. Sementara pengelola atau operator mempunyai tujuan memperoleh keuntungan untuk memperoleh kelayakan investasi. Sehingga Pemerintah Banyumas harus mampu mengatur untuk menjembatani antara kepentingan pemakai jasa dengan kepentingan pengelola.
Kementerian Perhubungan Republik Indonesia bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Banyumas menghadirkan program Teman Bus dengan menjalankan program Buy the Service (BTS) yang akan direalisasikan mulai September 2021. BTS sebagai penunjang mobilisasi masyarakat diharapkan menjadi bagian digitalisasi 4.0 smart city program yang mendukung cashless society. Program tersebut adalah sebagai langkah awal implementasi dari program BTS yang memberikan subsidi penuh bagi operator dengan fasilitas pendukung di bus yang lebih baik.
Rencana BTS yang ada di Banyumas meliputi 4 koridor, 3 koridor berada di kabupaten Banyumas dan 1 koridor merupakan aglomerasi dengan Kroya Kabupaten Cilacap. Empat koridor tersebut meliputi : – Terminal Tipe A Bulupitu_Terminal kebon dalem dengan panjang koridor 61,8 km PP dan jumlah halte 111 buah PP; – Terminal Patikraja-Terminal Baturaden dengan panjang koridor 47,6 km PP dan jumlah halte 74 buah PP;- Purwokerto-Ajibarang dengan panjang koridor 39 km PP dan jumlah halte 46 buah PP; – Terminal Tipe A Bulupitu-Stasiun Kroya dengan panjang koridor 70,8 km PP dan jumlah halte 74 buah PP.Jumlah total titik henti (halte) atau Bus Stop direncanakan sebanyak 305 buah. Armada angkutan massal BTS di perkotaan Banyumas Menggunakan kendaraan berjenis bus sedang, panjang 4-8m, lebar 1,75-2m, tinggi 2,6-2,8m dan konfigurasi duduk hadap depan. Bus dilengkapi dengan AC, musik, CCTV dan GPS.
Untuk menghadirkan angkutan massal yang diminati oleh masyarakat maka angkutan massal harus memenuhi standar pelayanan minimal yang dapat dijadikan sebagai tolak ukur dalam penentuan biaya yang diperlukan untuk membiayai penyediaan pelayanan. Standar pelayanan minimal meliputi : Keamanan, Kenyamanan, Keterjangkauan tarif, Kesetaraan adanya tempat duduk prioritas dan adanya ruangan tempat kursi roda. Standar pelayanan adalah tolok ukur yang dipergunakan sebagai pedoman penyelenggaraan pelayanan dan acuan penilaian kualitas pelayanan sebagai kewajiban dan janji penyelenggara kepada masyarakat dalam rangka pelayanan yang berkualitas, cepat, mudah, terjangkau, dan terukur.
Diharapkan dengan kehadiran transportasi BTS di Kabupaten Banyumas menurunkan tingkat kemacetan dan juga polusi udara, memudahkan serta memfasilitasi masyarakat lebih luas untuk mendapatkan transportasi massal yang aman dan nyaman sehingga diharapkan respon masyarakat Kabupaten Banyumas bagus, banyak penumpang dari masyarakat yang beralih ke moda transportasi massal yang akan berdampak positif bagi aktivitas masyarakat.
Oleh :
Sulfah Anjarwati, S.T., M.T.
Dosen Teknik Sipil
Universitas Muhammadiyah Purwokerto








