PELATIHAN JURNALISTIK IMM SABIILUL HASBI TEKNIK & SAINS
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sabiilul Hasbi Teknik & Sains (IMM SABITS) UM Purwokerto menggelar acara seminar pelatihan jurnalistik. Sekitar 140 peserta yang medaftar dan mengikuti kegiatan ini baik dari kalangan kader imm maupun mahasiswa yang terdapat dari berbagai daerah terkhusus luar jawa (faris/lamongan,Amin/Surabaya, Mayangsari/Sulawesi Tengah, Medan, Sumatra Barat, Papua Barat), acara yang diselenggarakan secara online oleh Bidang Media dan Komunikasi IMM SABITS UM Purwokerto berlangsung pada hari Sabtu(19/12/2020).
Niko Anjaswana (Ketua Umum PK IMM SABITS UM Purwokerto) “Seminar Pelatihan Jurnalistik ini diharapkan membuka potensi kader untuk memanfatkan media sebagai jalan dakwah kader imm sekaligus mengusahakan terciptanya potensi kader dalam skil tulis menulis sekaligus menumbuhkan jiwa jurnalis,” ujarnya dalam sabutan pembukaan seminar pelatihan jurnalistik.
“Dalam menulis apalagi seorang jurnalis atau blogger diperluan sebuah seni, yaitu seni menulis supaya pembaca bisa menikmati dan mamahaminya karena seni dapat menjelaskan apa yang tidak dapat dijelasakan oleh seni dan seni itu mewakili menunjukan bentuk penampakannya tapi pada signifikasi batinnya, semoga kita dapat memahami seni menulis paska kegiatan ini” lanjut ujarnya dan acara dimulai.
Tegar Roli, M.Sos , Jurnalis Nasional (Sekertaris IJTI Banyumasraya) sekaligus Direktur Amerta Media, sebagai narasumber pada Seminar Pelatihan Jurnalistik yang bertemakan “Menumbuhkan Potensi Kader Milenial Dalam Dunia Tulis Menulis” yang dipandu oleh IMMawan Ikhsan Safingi (Ketua Bidang Media dan Komunikasi IMM SABITS UM Purwokerto).
Acara yang dimulai pukul 08.00 sampai 10.45 dalam penyamapaiannya Tegar Roli, M.Sos terdapat motivasi “Seorang Kader IMM layaknya tujuan IMM tersendiri yaitu untuk membentuk seorang akademisi dan mencapai tujuan muhammadiyah berdakwah melalui hasil tulisan mencerminkan intelektualitas seorang kader” terangnya.
“Orang – Orang besar sekarang seperti Najwa Sihab, Ganjar Pranowo, Dahlan Iskan bahkan Karni Ilyas sebelum mereka menjadi orang seperti sekarang, mereka pernah berproses menjadi seorang jurnalis dan suka duka menjadi seorang jurnalis sangat banyak, seorang jurnalis kerap di anggap pintar karena sebenarnya merkeka memiliki inforamsi atau pengetahuan yang belum orang lain ketahui lebih dahulu makanya seorang jurnalis itu disegani” ujarnya.
Dilanjut dengan acaraya yang berlangsung lebih dari 2 jam karena antusisame peserta banyak yang bertanya hingga acara selesai peserta merasa sangat berteimkasih dan senang dengan kegiatan Seminar Pelatihan Jurnalistik ini.





